Handphone saya rusak
mati TOTAL
hal ini membuat saya sangat amat sebal
bukan karena jempol saya tidak bisa bergerak-gerak bebas lincah nan liar, ataupun bukan karena telinga saya tidak bisa merasakan kehangatan gagang telepon genggam milik saya.
tetapi
karena saya menyadari kalau saya telah berubah menjadi manusia Korban Teknologi.
semenjak SMA penyakit malas membawa telepon genggam, sudah agak sembuh. ( setidaknya sedikit sembuh, buktinya saya masih sering telat membaca sms dan susah dihubungi) sewaktu SMP dulu, saya malaaas banget membawa telepon genggam kemana-mana, pikir saya memangnya HP itu body guard atau supir , kalo dibawa kemana-mana bisa membantu hidup saya. Dinyalain aja jarang-jarang, mungkin dicharge seminggu bisa sekali.
Pada saat itu saya bingung melihat orang yang kalau ketinggalan telepon genggam bisa merasa tidak nyaman seperti orang yang kelupaan memakai celana dalam. cuih. FYI Setiap akhir pekan saya selalu mematikan telepon genggam saya, mungkin jumat sore dimatikan baru senin pagi atau minggu malam baru kembali dinyalakan. Saya amat sangat benci bila akhir pekan yang ceria, berubah menjadi jumawa hanya karena ada sms-sms penganggu rasa suka cita misalkan sms yang bunyinya ” Hari senin ada tugas apa ?” shiip, sama sekali gak dosa ada teman yang menanyakan hal itu, dan bukannya saya pelit tidak mau meng kabar-kabari info pr-pran. Tapi pleasee sabtu-minggu saya ingin melupakan hal-hal yang ada rasa-rasa dan beraroma sekolah. Hari lain boleh deh tanya yang begituan.
Hal lain yang membuat saya jengkel dengan si telepon genggam karena fungsi manifesnya ( kata-kata yang dipelajari di pelajaran sosiologi) yaitu sebagai jati diri. Liat aja tuh orang-orang pada ngebet beli blackberry, sampai-sampai muncul banyak barang tiruannya, diangkot saya suka bertemu orang yang asyik memegang (tampak seperti) Blackberry, Kadang-kadang merasa kalah juga, masa anak SMA (maaf) kelas C pake (tampak seperti) blackberry saya tidak. Tapi langsung teringat, tak hanya blackberry saja yang ngetrend nexian pun lagi trend, jadi mungkin yang kelas c itu bukan asyik ber-bb-an tapi ber-nexian-an. Hahaha. lagian yang terpenting dari benda kotak besar multifungsi itu kan bukan bendanya tapi karetnya. Asal karetnya mentereng dalamnya tak jadi soal. mau BB kek atau si Nexi.
Kembali ke topik, Pokoknya saya benci diperbudak tekhnologi. Kok bisa ya tekhnologi yang diciptakan manusia malah kini memperbudak si penciptanya, punya nyawa juga enggak, bisa ngomong juga gak bisa. Bagaimana mungkin kita yang katanya makhluk paling sempurna di muka bumi ini, bisa diperbudak sama benda yang kalo diceburin ke ember aja langsung K.O Saya memang bukan HP addict, yang jempolnya bisa berasa gatel bila gak sms-an sehari aja ( bagi saya ber sms ria merupakan aktivitas yang melelahkan, kita punya 10 jari mengapa cuma 1 saja yang dipakai? gak efisien kan?). salut deh buat kamu-kamu yang doyan ber sms ria apalagi yang doyan ber sms gede kecil, dua jari tengah saya acungkan, uuups maksudnya ibu jari. Yes I have to admit that Gao3lisTaerZ have skill to type that kind of message. Damn’em.
Jadi apa kriteria HP baru saya ?
bisa mendengarkan musik dan berinternet ria, that’s it.
Ya, sekarang saya resmi mejadi Budak tekhnologi.

